Sejarah Tim Sepak Bola Kedungrejo

loading...
(Tim Sepak Bola POR – K 96′)

Layaknya Desa – desa lainya di Kecamatan Kerek Desa Kedungrejo, juga mempunyai tim sepak bola, selain sebagi ajang untuk menyalurkan hobby bagi para pemuda desa, kegiatan olahraga tersebut juga utuk menjalin keakraban dan menjalin rasa kebersamaan antar pemuda diwilayah tersebut.

Kesebelasan yang berdiri sejak tahun 1996 tersebut terhitung sudah tiga kali mengalami perubahan nama klubnya, dari pertama kali dirintis oleh H. Radjut selaku Ketua Karang Taruna Karya Sentosa desa setempat.

Nama yang digunakan pertama kali adalah ” Jati Ploso” nama kesebelasan tersebut dipilih karena yang bermain di kesebelasan tersebut adalah pemuda  – pemuda desa Kedungrejo dan Pemuda dusun Kajoran Desa Margorejo, mengapa dinamakan Jati Ploso ini..?? yah nama ini diambil dengan dalih dan filosofi bahwa di desa kedungrejo khusunya dusun Luwuk terdapat pemakaman (Kuburan) yang mana ditempati oleh warga dusun Luwuk dan dusun Kajoran dan kuburan tersebut sendiri dijuluki “Kuburan Jati” dan didalam kuburan tersebut banyak tumbuh pohon – pohon “Ploso” dan untuk menambah kerukunan antar pemuda dari dua desa yang berbeda tersebut kemudian tim sepak bolanya dinamakan Jati Ploso.

Seiring dengan berjalanya waktu nama Jati Ploso dirasa terlalu “Kuno” dan angker (karena nama Kuburan.. hehehehe) maka inisiatif dari penulis merubah nama Jati Plosdo menjadi SC.JT PLAZA (Soccer Club) biar kedengaran agak modern.

Perjalanan tim sepak bola ini bak air disamudra terkadang pasang dan tak jarang pula surut karena para pemudanya pergi beraktifitas keluar kota, namun semangat kebersamaan itu masih tetap tersisa hingga kini.

Kemudian sekitar setahun yang lalu, penulis kembali merombak lagi nama dari SC.JT PLAZA menjadi POR – K 96′ singkatan dari Persatuan OLahraga Kedungrejo, angka 96′ diambil dari tahun berdirinya tim sepakbola tersebut.

Meskipun tim sepak bola kami belum mampu mengankat tropy kemenangan turnamen,namun itu tidak menjadikan semangat kami untuk menjalin kebersamaan antar pemuda surut, karena kemenangan hanya didaptkan oleh yang mampu, dan kami masih belum mampu untuk itu.

Hingga kini tim sepak bola Kedungrejo masih tetap menjadi icon favorite dari para pemuda meskipun terkadang kesibukan mengalahkan kebersamaan dan kedisiplinan mereka dalam berkumpul dan bersosialisasi lewat sikulit bundar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *